Minggu, 10 Februari 2013

Sinopsis
Jane Eyre
Jane Eyre, seorang anak gadis yatim piatu tinggal bersama familinya di Gateshead, tepatnya bersama bibinya yang bernama Mrs.Reeds. Mrs.Reeds memiliki 3 orang anak 1 orang laki – laki yaitu John Reed, dan 2 orang anak perempuan yaitu Eliza dan Georgina. Disana Jane Eyre sering mengalami penderitaan selama masa kanak- kanaknya, ia sering mendapat perlakuan yang tidak adil dan tidak wajar dari saudara – saudaranya, bahkan dari pembantu keluarga Mrs.Reeds sekalipun. Sepupunya yang bernama John sering menghina dan kadang menyiksa Jane tanpa alasan. Suatu hari John melempari dahi Jane dengan buku hingga berdarah, tetapi Jane menyelamatkan diri namun ia malah diberi hukuman oleh Mrs.Reed dengan dikurung didalam ruangan yang disebut Red room (kamar mendiang Mr.Reed).
Ketika Jane berada dalam ruangan tersebut, ia mengalami kejadian aneh. Ia melihat sesuatu yang dikiranya adalah almarhum pamannya. Jane berteriak ketakutan, ia meminta tolong, namun usahanya tersebut sia – sia, tidak ada yang menolongnya seorang pun dirumah itu. Setelah kejadian itu, Jane jatuh sakit. Ia dirawat oleh seorang dokter yang bernama Mr.Llyod, beliau juga adalah orang yang menyarankan Mrs.Reed supaya Jane Eyre dikirim ke sebuah sekolah. Setelah beberapa hari kemudian Jane dikirim ke Lowood Institutional School, tempat dimana anak yatim piatu dididik, yang didirikan oleh Naomi Brocklehurst sekaligus sebagai pedonor keuangan sekolah tersebut. Disana Jane belajar membaca, musik dan menggambar. Keadaan di Lowood tidak begitu sejahtera, seringkali anak – anak murid makan bubur gosong atau mereka makan roti keras yang disediakan oleh pihak asrama. Jane  tidak memiliki banyak teman, ia seorang penyendiri, kadang ia berbicara dengan Helen. Lama- Kelamaan mereka menjadi akrab. Jane mendapat banyak pengalaman dan sedikit pengetahuan agama dari Helen.  Namun, suatu hari wabah penyakit thypus menyerang sekolah Lowood yang diakibatkan oleh pakaian dan makanan yang tidak memadai, terutama musim dingin. Wabah penyakit tersebut mnyebabkan banyak murid teserang hingga meninggal dunia, dan diantaranya adalah Helen. Jane sangat sedih kehilangan satu- satunya teman. Mulai saat itu masyarakat sekitar mulai menaruh perhatian terhadap sekolah Lowood, dan Mr.Blockerhurst tidak lagi memegang sepenuhnya hak sekolah tersebut.
Jane tinggal di Lowood selama 8 tahun, 6 tahun menjadi murid dan 2 tahun menjadi pengajarar. Hal ini dikarenakan saat itu Lowood  sedang dalam kondisi krisis dan kekurangan tenaga pengajar. Selain itu guru kesayangan Jane yaitu Mrs.Temple keluar mengundurkan diri karena beliau akan menikah. Pada saat yang Sama juga, Jane memiliki keinginan untuk mencari pengalaman dan ingin melihat dunia luar, ia ingin merasakan kebebasan dirinya sebagai individu dan ingin mencari pekerjaan yang layak dan sesuai dengan kemampuan dia. Suatu hari dia membaca koran dan berisi tentang lowongan pekerjaan untuk seorang guru privat. Jane sangant tertarik, ia tak menunggu lama untuk itu, ia mengirimkan lamarannya. Lamaran kerja tersebut tenyata mendapat balasan dari Mrs.Paitfax, beliau meminta Jane untuk segera datang ke Thornfield.
Setibanya disana, Jane mengalami perlakuan yang sangat baik dan ia merasa nyaman. Di Thornfield, beliau mengajar seorang gadis kecil bernama Adele Varens yaitu anak dari wanita simpanannya Mr.Rochester, pemilik Thornfield. Ketika Jane berada di Thornfield, ia mengalami banyak kejadian aneh. Mulai dari suara tawa seorang wanita yang sangat menakutkan yang berasal dari salah satu kamar pada saat ia sedang berjalan. Kemudian ia bertemu Mrs.Pairfax. Kebakaran terjadi di dalam kamar Mr.Rochester pada saat ia sedang tidur, dan tingkah laku Mrs.Poole. Serta cadar pengantin Jane yang tiba – tiba rusak. Semua kejanggalan itu baru terjawab ketika ia akan melangsungkan pernikahan dengan Mr.Rochester.
Sebelumnya Jane dan Mr.Rochester menjadi teman baik dan banyak melakukan diskusi tetang perkembangan belajar Adele, diskusi mata pelajaran yang akan diberikan oleh Jane, tapi tak jarang juga mereka berdiskusi tentang kehidupan yang mereka jalani.
Setelah mereka dekat, mereka memutuskan untuk menikah. Ketika mereka melakukan pemberkatan datanglah salah seorang yang mengaku sebagai adik dari istrinya Mr.rochester terdahulu yaitu Bertha Antoinetta Manson yang dahulu pernah dinikahi oleh Mr.Rochester. Tetapi pernikahan tersebut tidak berlangsung lama karena Bertha memiliki kelainan jiwa, beliau dikurung disalah satu kamar di rumah Thornfield dan Mrs.Poole adalah orang yang dibayar oleh Mr.Rochester untuk mengurus Mrs.Bertha. dan ternyarta semua keanehan – keanehan yang dialami oleh Jane disebabkan oleh Mrs.Bertha karena beliau cemburu pada Jane Eyre yang akan menikah dengan suaminya. Richard yaitu adiknya Mrs.Bertha berhasil menghalangi Jane dan Mr.Rochester untuk melangsungkan pernikahan. Mrs. Bertha meninggal ketika di Thornfield terjadi insiden kebakaran, saat itu Mrs.Bertha berusaha membakar gaun pernikahan Jane Eyre dan membakar kasur Mr.Rochester, ketika Richard datang menemui beliau, mereka baradu mulut dan Mrs. Bertha mengusir Jane. Ketika Mr.Rochester menghalang – halangi Mrs Bertha, Mrs.Bertha malah lompat dari atap dan akhirnya tewas. Semua kejadian itu membuiat Jane Eyre shock beliau meninggalkan Thornfield tanpa sepeser uang, dan tidak membawa barang barang apapun. Hanya baju yang ia kenakan. Ia sudah tidak tahan dengan apa yang terjadi pada dirinya.
Jane berjalan sendirian menyusuri jalanan dengan keadaan fisik yang sangat lemah dan hampir pingsan. Beliau luntang – lantung di sampai ke Kota Whitcross, ia tidur di alam terbuka, kedinginan, kehujanan serta kelaparan sampai akhirnya ia tiba di MarsEnd.
Dalam keadaan tak berdaya, sampailah ia disebuah rumah. Ia mengetuk- ngetuk pintu rumah tersebut. Seorang perempuan membukakan pintu namun beliau malah mengusir Jane. Jane tidak beranjak pergi dari rumah tersebut karena ia sudah tidak memiliki tenaga, beliau mencoba mengemis meminta sedikit makanan tetapi pembantu rumah tersebut tidak mengasihinya sedikitpun. Tak lama kemudian datanglah seorang laki laki, pemilik rumah tersebut bernama St.John Rivers. Beliau adalah seorang pendeta dan memiliki 2 orang adik yaitu Diana dan Marry. Keduanya bekerja sebagai pengasuh dan seorang pembantu bernama Hannah. St.John Rivers membawa Jane masuk ke dalam rumahnya dan menyuruh pembantu serta saudara saudara nya merawat Jane.
Mereka merawat Jane Eyre sampai sembuh, bahkan Diana dan Marry mengajarinya Bahasa Jerman. Setelah lama kemudian, Jane meminta tolong St.John untuk mencarikan pekerjaan baginya karena Jane tidak ingin merepotkan orang orang yang telah menolongnya dan tidak ingin bergantung kepada mereka selamanya. Namun St, John melarangnya. Beberapa minggu kemudian MarsEnd ditutup karena keluarga St.John sudah tidak mempunyai uang lagi. Marry dan Diana harus kembali bekerja mengajar, sedangkan Jane bekerja sebagai guru dan pimpinan seekolah khusus perempuan yang didirikan oleh St.John. Suatu hari St.John membawa kabar bahagia, ia mengatakan bahwa Jane Eyre masih memiliki keluarga yaitu pamannya. Hal ini Sama sekali berbeda dengan yang dikatakan oleh Mrs. Reed bahwa Jane sudah tidak meiliki siapa-siapa, ia hanya seorang diri. St.John mengabarkan bahwa pamannya masih hidup dan beliau sempat datang ke Thornfield kediaman Mrs.Reeds, menanyakan keberadaan Jane, namun Mrs.Reed mengatakan bahwa Jane sudah tewas kena wabah penyakit ketika beliau sekolah di Lowood.  Ternyata paman Jane meninggalkan harta untuknya sebagai warisan, dan kabar baiknya lagi bahwa Jane dan St.John adalah saudara sepupu. Paman Jane meminta mereka kembali ke MarsEnd dan Jane membagikan harta warisannya kepada mereka.
Setelah lama menetap kembali di MarsEnd, St.John dan Jane eyre menjadi akrab. St.John, seorang pendeta dan sering menyiarkan agama Kristen Protestan, memiliki perasaan simpati terhadap Jane dan ingin mengajak Jane keliling Asia sambil menyiarkan agamanya tersebut. Namun Jane masih bimbang dengan tawaran tersebut, dalam hati kecilnya ia masih ingat Mr.Rochester dan ia berharap dapat bertemu kembali. Suatu hari, ketika Jane Eyre dan St.John sedang berjalan-jalan sambil berbincang mengenai rencana beliau, tiba - tiba Jane Mendengar teriakan seorang laki- laki memanggil namaya. Jane mencari sumber suara tersebut. Jane berpamitan kepada saudara sepupunya untuk mencari Mr.Rochester ke Thornfield.
Sesampainya disana Jane takjub melihat keadaan Thornfield yang hancur, sepeti yang ia ingat dalam mimpi sebelum ia pergi ke gereja untuk mencari tahu apa yang terjadi di Thornfield dan bagaimana keadaan Mr.Rochester dari seorang pendeta. Pendeta itu mengatakan Thornfield dibakar oleh istri Mr.Rochester yang gila, sedangkan Mr.Rochester sendiri menjadi cacat dan buta saat berusaha menolong istrinya, dan sekarang Mr.Rochester tinggal bersama pembantunya di Ferudean.
Sesampainya di Thornfield dan bertemu dengan Mr.Rochester, Jane memutuskan untuk tinggal disana bersama dengan Mr.Rochester, dan akhirnya mereka pun menikah. Ketika St.John menerima kabar tersebut, ia tetap melakukan perjalannya ke Asia untuk misi misonarisnya.
Jane dan Mr.Rochester hidup bahagia, ketika Jane melahirkan anak pertama, kesehatan Mr.Rochester pulih dan matanya yang buta dapat melihat lagi
Selengkapnya...

Minggu, 18 November 2012

Jum’at, 16 November 2012
    Saya, Iva, Mbak Ika, mbak Istaufa dan Siti berencana pergi ke Surabaya untuk berziarah ke makam sunan Ampel , salah satu 9 wali yang paling terkenal di Pulau Jawa dan biasa di panggil Raden Rahmatullah. Sebelum pergi saya berusaha untuk membeli tiket kereta api toh hari ini hari kedua liburan, kemungkinan tidak seramai hari libur pertama muharram pada hari kamis kemarin, tapi prasangkaku salah, tiket  kereta api tujuan surabaya untuk pagi sampai sore sudah habis terjual. Perasaan ku menyesal kenapa saya terlambat bangun pagi, padahal rencanaku beli pukul 5 petang. Tapi tak apa, setelah berpikir meskipun berangkat harus naik bis, tapi kemungkinan pulang bisa naik kereta, dan benar masih ada tiket untuk tujuan malang tapi pukul 18.45 WIB, aku sempat berpikir mau ngapain setelah ziarah nanti, tempat wisata Surabaya lain, tak ada yang dekat dengan makam, tapi ini lebih menghemat pengeluaran. Setelah mereka berempat menyusul saya di terminal Malang Arjosari, kita bersama sama naik bus, dan sampai di teminal Bungur Asih jam setengah 10. Lalu kami naik bis kota. Selama naik bis kota kami melewati IAIN Sunan Ampel, yang sangat berebeda dengan UIN Malang. Saya beruntung bisa belajar di Kota Malang karena keadaannya sangat kondusif dan sejuk yang secara nyata memang sangat berbeda dengan ikon kota Surabaya yang begitu panas. Kami turun di halte kecil depan RSI Surabaya dan naik angkot ke makam yang kira-kira setengah jam perjalanan. Sewaktu perjalanan kami mengakui cukup lelah dan gerah, dan semoga dengan niat baik kami, kami mendapat berkahnya kapanpun. Selama perjalanan, kami disuguhi pemandangan keadaan kota surabaya yang sangat panas dan sibuk. Jujur ini pengalaman pertama saya berziarah ke sunan Ampel, dan saya pun sempat linglung mau ngapain lagi nanti setelah ziarah. Setelah itu kami berwudlu di tempat wudlu yang telah disediakan. Aku sangat terkesan dengan penataan makam sunan-sunan yang sangat rapi, menarik dan juga bersih. Ada tempat wudlu yang luas dan lebih dari 10 kamar mandi yang kecil untuk wanita dan laki-laki, lalu masjid laki-laki yang megah dan tradisional dengan ukiran kayu-kayu di tiang-tiang dalam masjid dan atap-atap yang tinggi pula. Kami melewati 2 pintu masuk yang besar tanpa pintu, pintu masuk khas zaman dulu. Pintu masuk yang kedua dipisahkan antara tempat ziarah laki-laki dan perempuan. Ketika kita membaca tahlil dan Yaasin, dengan duduk di bawah pohon yang sangat rindang disekitar makam-makam yang lain, hati saya terasa sejuk, dan subhanallah ditengah-tengak kota Surabaya yang panas, makam sunan Ampel terasa masih sejuk karena banyak alunan do’a-do’a mengiringi tempat itu. Sungguh maha besar Allah. Setelah berdo’a kami mengambil air minum, yang di sediakan dalam 4 gentong yang berjejer, terasa segar. Lalu kami menunggu adzan dzuhur dan sekaligus sholat jum’at berjama’ah bersama para jama’ah laki-laki yang akan bersiap-siap, kebetulan karena saya dan Iva sedang Udzur kami tidak diizinkan untuk istirahat di dalam masjid sederhana yang tidak semegah masjid laki-laki di belakang pas masjid khusus laki-laki, karena akan ada banyak jama’ah perempuan dan pengunjung yang ingin sholat berjama’ah yang berdatangan. Saya dan Iva berjalan-jalan ke pasar-pasar kecil  oleh-oleh, baju dan souvenir di jalan masuk ke masjid dan makam, disana saya sering berpapasan dengan beberapa orang yang berwajah kearab-araban dan ada juga 2 pemuda arab yang asli berwajah arab, putih, bersih dan berhidung mancung dan ehm cakep juga hehehe . Ada kecelakaan kecil yang dialami Iva, kasian, tapi saya berusaha menenangkannya dan made it easy. Setelah sholat Jum’at, kami pergi mengunjungi pasar di dalam makam, yang banyk penjualnya yang berwajah Arab, saya tidak kaget, coz di sekitar Ampel juga di kenal sebgai kampung Arab. Kami sepertinya tidak menemukan, sesuatu yang menarik di pasar makam Sunan Ampel, karena tidak tahu kenapa kami sedikit ttidak punya mood untuk belanja atau memang kami “ Kanker” alias kantong kering. Setelah itu kami pergi makan siang di warung tepi jalan di depan pintu masuk sekaligus keluar. Saya ngga’ beli apa-apa untuk makan siang, saya lebih suka ngemil pentol atau semcamnya, karena sudah membuat perutku cukup kenyang.  Siti, mbak Ika dan lainnya memesan bakso dan soto. Saya hanya makan buah dari penjual yang berasal dari Malang juga, dan Insya Allah manisnya buah asli dan bukan pemanis buatan, karena ada beberapa lebah yang hinggap di buahnya, saya diberitahu teman dan baca-baca artikel kalau ada penjual Kaki lima yang menjual buah dengan rasa manis asli dari buahnya maka lebah akan berdatangan. Tapi kalau pemanis buatan pasti tak akan ada lebah yang datang, hal ini di karenakan makhluk yang dinamakan lebah mampu mengenali bau atau aroma asli dari buah.
Selengkapnya...

Sabtu, 22 September 2012

Gallery Jatim Park 2









Selengkapnya...

Sabtu, 05 Mei 2012

The Real Life Story behind Sanctum The men behind the adventure

While we helplessly watched the characters in Sanctum pit for survival, we can only fathom the real score behind the script. Andrew Wight, a renowned cave explorer and dive master, actually wrote the story for the film which was based by an inspiration of actual events of a group of cave explorers he led in 1988. The underground river system of Cocklebiddy lies beneath the Nullarbor Plains in southern Australia. Wight's group, determined to explore the vast underground river system, marched out a 22-man team to chart the widely unexplored territory. They were on the last leg of their expedition several kilometers deep into the subterranean tunnels when disaster struck. Seven people, including Wight, got out right after the entrance to the underground tunnel caved in due to massive amounts of rainwater accumulated during a rare storm. Thirteen, including Liz Wight, wife of Andrew, were deep inside the tunnels. They were running against time as water slowly gushed in, fill in the void and rock traps with water. Thanks to Ron Allum (who was able to keep a handheld radio), the group beneath the ground were able to communicate with the five members who got out, who in turn, notified authorities who were located 300 miles to the south. Meanwhile, time was not in their hands. The two groups devised a way to make it out by exploring restricted passageways. The men who got out served as navigators, constantly providing mapping support while the people trapped inside painstakingly rummaged through a way out. After a 24 hour ordeal, a new passageway has been found and within 6 hours, everyone got out safely.

Cocklebiddy underground river system


Passageway to the Cocklebiddy underground river cave


Inside the CockleBiddy underground river system 

Andrew Wight inside Cocklebiddy underground river system


A diver with a midget submersible beneath the Nullarbor Plains


Andrew Wight's team of cave explorers and divers


What's the biggest cave then?

The Great Cave of Vietnam

One of the century's greatest archaelogical find is the Han Son Doong Cave in Vietnam, re-discovered by a team of British Cave Research Association researchers. This is the first documented attempt to survey the cave area, which has the biggest cave passage to date. The team also came to an underground river that stretches 2.5 kilometers of the limestone packed cavern high. The team explored for a couple of miles into Son Doong, reaching a further total covered area of 4.5 kilometers before being turned back by floodwaters. The restricted area is believed to be a hundred more kilometers deep, perhaps yet a frontier waiting to be uncovered.

The massive entrance to Han Son Doong

Selengkapnya...

Sabtu, 03 Maret 2012

Review Pengantar Filsafat Semester 2

Pengantar Filsafat
Penulis              : Drs. H. Burhanuddin Salam
Penerbit          : Bumi aksara ,Jakarta
Tahun Terbit   : 2005
Jumlah hal      : 234 halaman ; 21 cm
Reviewer         : Indah Setyaningrum
Jurusan             : Bahasa dan Sastra Inggris
Filsafat sebagai Mater-Scientiarium (Induk Ilmu Pengetahuan ) perumusannya sangat sulit dilaksanakan ,sebab nilai filsafat itu hanyalah dapat di manifestasikan oleh seseorang sebagai filsuf yang otentik.Berfilsafat tiada lain adalah hidup berpikir dan pemikiran yang sedalam-dalamnya tentang hidup dan kehidupan (Living thought and thoughtful living).Di dalam buku ini diterangkan bahwa manusia sebagai makhluk pencari kebenaran dan perenungannya menemukan 3 bentuk-eksistensi kebenaran yaitu : Ilmu pengetahuan ,filsafat ,dan Agama. Di dalam buku yang ditulis Drs. H. Burhanuddin Salam ini, filsafat disebutkan sebagai suatu ilmu pengetahuan yang bersifat eksistensial artinya sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari.
Saya telah menjelaskan tentang kehidupan berfilsafat  seperti diatas,akan tetapi apakah kalian tahu apakah yang dimaksud dengan filsafat ,lalu objek dan sudut pandang filsafat dan semua hal yang berhubungan dengan filsafat . Dalam buku ini akan di jelaskan filsafat secara umum dan mendalam yang terdiri dari 8 bab .
Bab 1 ,di jelaskan “Apakah Pengetahuan itu?” .Pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu ,dan pekerjaan tahu itu sendiri merupakan hasil daripada : kenal, sadar, insyaf, mengerti dan pandai. Pengetahuan itu harus benar, kalau tidak benar adalah kontradiksi.Ada beberapa pengetahuan yang dimiliki manusia manusia, yaitu :
1)      Pengetahuan biasa atau common sense.
2)      Pengetahuan ilmu, secara singkat orang yang menyebutnya yaitu “ilmu” sebagai terjemahan dari “science”.
3)      Pengetahuan filsafat, atau dengan singkat saja disebut filsafat.
4)      Pengetahuan religi (pengetahuan agama), pengetahuan atau kebenaran yang bersumber dari agama.
Arti kata Filsafat ,Filsafat dijabarkan dari kata “Philosophia”. Perkataan ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti: “Cinta akan kebijaksanaan”(Love of wisdom).Menurut tradisi ,Phytagoras atau Socarteslah yang pertama menyebut diri “Philosophus”,yang artinya orang yang ingin mempunyai pengetahuan yang luhur (sophia),sebagai bentuk protest kaum “Shopist” yang menganggap mereka bijaksana padahal hanya semu belaka.Dalam buku ini ditulis banyak sekali filsuf-filsuf yang memberikan pernyataan tentang filsafat, diantaranya:Filsuf Yunani yang lahir di Epheus ,Herakleitos (540-473 SM),Sokrates (469-399 SM) ,Demokritos (460-370 SM),Immanuel Kant (1724-1804 ),Al-farabi  (872-950),Al-kindi (800-870 SM),Aristoteles (384-322 SM) dll .Harold H. Titus mengemukakan secara singkat makna dari filsafat: 
(1)    Filsafat adalah suatu sikap tentang hidup dan tentang alam semesta;
(2)   Filsafat ialah suatu metode berpikir reflektif, dan penelitian penalaran;
(3)   Filsafat ialah suatu perangkat masalah-masalah;
(4)   Filsafat ialah seperangkat teori dan sistem berpikir.
Ciri Filsafat, berfilsafat adalah berpikir ,namun tidak semua berpikir adalah berfilsafat .Berpikir dikatakan berfilsafat ,apabila berpikir tersebut memiiki 3 ciri utama,yaitu: radikal, sistematik, dan universal. Berpikir radikal, artinya berpikir tidak tanggung-tanggung,sampai kepada konsekuensi yang terakhir, tidak berhenti dijalan. Berpikir sistematis, artinya berpikir logis ,yang bergerak selangkah demi selangkah dengan penuh kesadaran. Berpikir Universal tidak berpikir khusus,terbatas pada bagian tertentu ,namun mencakup secara keseluruhan.Menurut Immanuel Kant (1724-1804) mengatakan bahwa: “Filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang didalamnya mencangkup empat persoalan,yaitu :
a)Apakah yang dapat kita ketahui ? (Dijawab oleh metafisika).
b)Apakah yang boleh kita kerjakan? (Dijawab oleh etika).
c)Sampai di manakah pengharapan kita ?(Dijawab oleh agama).
d)Apakah yang dinamakan manusia?(Dijawab oleh anthropologi)”.
Obyek filsafat dibagi menjadi 2 yaitu:
1.Obyek material Filsafat, segala sesuatu yang ada dan mungkin ada,baik material konkrit,phisis maupun yang non material abstrak, psikis.
2.Obyek formal, Obyek ini dapat dikatakan non-fragmeteris, ini bersifat mengasaskan atau berprinsip dan oleh karena mengasas,maka filsafat itu mengonstatir prinsip-prinsip kebenaran dan ketidakbenaran.
Pada bab III,hubungan Filsafat dengan ilmu pengetahuan.Henderson, memberikan gambaran hubungan (dalam hal ini perbedaan) antara filsafat dan ilmu,selain Ilmu (scince) sebagai anak filsafat , salah itu Ilmu (scince) menggunakan metode ekspaanerimen yang terkontrol sebagai cara kerja dan sifat terpenting ;menguji sesuatu dengan menggunakan pengindraan. Sedang Filsafat menggunakan semua penemuan ilmu pengetahuan;menguji sesuatu berdasarkan pengalaman dengan memakai pikiran.Selain dijelaskan perbedaan Filsafat dengan Ilmu dijelaskan pula titik temu filsafat dan ilmu ,perbandingan filsafat dengan ilmu pengetahuan,tingkat/ruangan ilmu pengetahuan yang terdiri dari 4 level (level of thought) 1.Tingkatan ilmu pengetahuan,2.tingkatan ilmu pasti,3.tingkatan filsafat,4.tingkatan agama.
Penulis asal Palopo Sulawesi Selatan yang dipercaya oleh Ketua pusat  penelitian dan pengabdian masyarakat Universitas Islan Nusantara,Prof. Dr. H.Achmad Sanusi,S.H.,M.P.A untuk membina dua buah MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum) yakni sejarah filsafat,ilmu dan teknologi dan bimbingan belajar di Fak. Teknologi dan Pertanian Universitas Islam Nusantara di Bandung.Beliau juga mengungkapkan bahwa buku ini dapat merangsang untuk mendalami masalah-masalah filsafat sebagai pengantar pembelajar filsafat pemula karena lebih rinci.
Selengkapnya...

Pemandangan Demonstrasi di kalangan Mahasiswa

Assalamu’alaikum Warahmatullah (Peace be upon you)
Salam damai dan sejahtera untuk sahabatku                                                
Sungguh memrihatinkan sahabat-sahabatku dengan semua kejadian baru-baru ini di Universitas-universitas di Indonesia.Sebuah media yang seharusnya mendidik generasi bangsa menjadi manusia berguana akan tetapi media itu tak berlaku di negara ini.Mahasiswa menjadi sesuatu yang liar dan bukannya terdidik. Tanpa pemikiran panjang dan penuh emosi yang diwujudkan mahasiswa dalam bentuk DEMONTRASI. Demonstrasi yang terjadi, sebagian besar dikarenakan masalah anggaran manejemen pendidikan yang diisukan diselewengkan atau kata lain di KORUPSI, tidak hanya satu universitas yang baru dan mulai menujukkan kesuksesan dalam manajemennya saja tapi hal ini juga tersebar di universitas yang sudah masyhur lain. Saya mengakui bahwa mahasiswa zaman sekarang lebih cerdas dari era-era sebelumnya, mereka bisa melakukan apa saja untuk membela kebenaran dan keadilan, di negara yang penuh “kebobrokan” ini. Namun aksi mereka tak menunjukan berkurangnya kekacauan-kekacauan yang ada, merusak fasilitas yang merugikan negara dan membengkakkan dana untuk perbaikan , dan hal ini malah memperburuk suasana yang akhirnya tak kunjung usai. 
DEMONSTRASI kata yang paling anti kudengarkan, demonstrasi adalah cara orang menyalurkan aspirasi jikalau secara mediasi  mereka gagal menemukan pemecahannya. Tapi apakah mereka berpikir dengan demonstrasi tanpa dasar dan pengetahuan, mereka malah “menggali lubang sumur akan tetapi malah mereka yang terperosok ke lubang sumur itu”. Di butuhkan kejernihan berpikir untuk aktivis lugu seperti kita melawan petinggi-petinggi yang merasa suci karena mengahancurkan masa depan generasinya demi menggemukkan dompetnya. Tidak salah apa yang di lakukan kita itu, akan tetapi ingatlah bahwa tujuan dari kita adalah belajar, belajar untuk memperbaiki apa yang dihancurkan petua-petua kita. 
Janganlah mahasiswa pintar bicara saja tanpa menggunakan otak dalam berpikir, mengerjakan apa yang dikatakan dan melakukan apa yang telah telah di dipelajari karena pintar bicara saja tanpa menggunakn otak untuk berpikir , kita malah akan menciptakan klon seperti petua-petua bobrok kita. Dan taukah kalian secara tidak sadar kita telah melestarikan budaya korusi, kolusi, dan nepotisme. Siapkah kalian  merubah sikap dan pola hidup bermasyarakat  berdasarkan apa yang telah anda pelajari??
Wassalamu’alaikum wr.wb (Peace be Upon you)
Selengkapnya...

Sabtu, 25 Februari 2012

HARVARD SCHOOLARSHIP 2012-2013

harvard university scholarship
harvard university scholarship
Harvard University Scholarship is a scholarship scheme managed by Committee on General Scholarships of Harvard University, United States (US). The kind of scholarships are Sinclair Kennedy Traveling Fellowships, Frank Knox Memorial Traveling Fellowships, Frederick Sheldon Traveling Fellowships, Australian Graduate Research Scholarships for academic year 2012-2013.
Selengkapnya...

Template by:
Free Blog Templates