Kamis, 25 April 2013
Minggu, 21 April 2013
Sabtu, 20 April 2013
Kamis, 11 April 2013
GREAT MOMENT IN UR LIFE
Unforgettable 6 days moments
The biggest last moments in my dormitory were held 3 weeks ago. All supervisors, including me planned the 5 fun and unforgettable days to get closer with all of dormitory members for about 375 students and one day for closing. The agenda that had been planned are : Out bond and walking together to ‘Politeknik House’ as the opening of this other big agenda that started after praying shubuh till at 12 pm. We know that doing fun thing and laughing together is the unforgettable moment in living in a group . By conducting outbound, we are as supervisors wanted to refresh their mind from the first year student’s activities that are so busy.
In outbound area, we were guided by 3 trainers and the leader’s name was Mr. Funny. Mr. Funny had no good-looking and dark skin, however he could make us laughing under the warmth of sunshine. When I saw him, I remembered with the most confident artist, Tukul Arwana. The next day, we held the ‘Open Book seminar- Serasa Bukan Serasi and the author was one of dormitory but not in one dormitory . Serasa bukan Serasi was written according to her true story about struggle, sorrow and her love. All resident of my dormitory attended enthusiastically. Not only she told about her book but also she gave motivation training. For 2 days the members got many experiences and motivation that I did hope they become more spirit to do habitual activities in dormitory . Serasa bukan Serasi could influenced the curiosity of us to be good lover, it was so interesting book.
Supervisors Community in Seminar Day 1
I was as the Host with my partner Day 3
The last day was closing, the champion of the participants contest would be announced. However, out of this agenda, the committee had informed the champions and they would performed again well. In the closing day, there were many guests that we invited such as the coordinator of other dormitories and the staff, the male and female advisors and especially for our dormitory’s master that we gave surprise birthday party to him in closing agenda. I could cacth the shocked face of master, Mr. Winata, he could say anything and could not hide his happiness. The last evaluation meeting, we were very grateful that the 6 days agenda were successful, although we were very tired.
Minggu, 10 Februari 2013
Sinopsis
Jane Eyre
Jane Eyre, seorang anak gadis yatim piatu tinggal bersama familinya di Gateshead, tepatnya bersama bibinya yang bernama Mrs.Reeds. Mrs.Reeds memiliki 3 orang anak 1 orang laki – laki yaitu John Reed, dan 2 orang anak perempuan yaitu Eliza dan Georgina. Disana Jane Eyre sering mengalami penderitaan selama masa kanak- kanaknya, ia sering mendapat perlakuan yang tidak adil dan tidak wajar dari saudara – saudaranya, bahkan dari pembantu keluarga Mrs.Reeds sekalipun. Sepupunya yang bernama John sering menghina dan kadang menyiksa Jane tanpa alasan. Suatu hari John melempari dahi Jane dengan buku hingga berdarah, tetapi Jane menyelamatkan diri namun ia malah diberi hukuman oleh Mrs.Reed dengan dikurung didalam ruangan yang disebut Red room (kamar mendiang Mr.Reed).
Ketika Jane berada dalam ruangan tersebut, ia mengalami kejadian aneh. Ia melihat sesuatu yang dikiranya adalah almarhum pamannya. Jane berteriak ketakutan, ia meminta tolong, namun usahanya tersebut sia – sia, tidak ada yang menolongnya seorang pun dirumah itu. Setelah kejadian itu, Jane jatuh sakit. Ia dirawat oleh seorang dokter yang bernama Mr.Llyod, beliau juga adalah orang yang menyarankan Mrs.Reed supaya Jane Eyre dikirim ke sebuah sekolah. Setelah beberapa hari kemudian Jane dikirim ke Lowood Institutional School, tempat dimana anak yatim piatu dididik, yang didirikan oleh Naomi Brocklehurst sekaligus sebagai pedonor keuangan sekolah tersebut. Disana Jane belajar membaca, musik dan menggambar. Keadaan di Lowood tidak begitu sejahtera, seringkali anak – anak murid makan bubur gosong atau mereka makan roti keras yang disediakan oleh pihak asrama. Jane tidak memiliki banyak teman, ia seorang penyendiri, kadang ia berbicara dengan Helen. Lama- Kelamaan mereka menjadi akrab. Jane mendapat banyak pengalaman dan sedikit pengetahuan agama dari Helen. Namun, suatu hari wabah penyakit thypus menyerang sekolah Lowood yang diakibatkan oleh pakaian dan makanan yang tidak memadai, terutama musim dingin. Wabah penyakit tersebut mnyebabkan banyak murid teserang hingga meninggal dunia, dan diantaranya adalah Helen. Jane sangat sedih kehilangan satu- satunya teman. Mulai saat itu masyarakat sekitar mulai menaruh perhatian terhadap sekolah Lowood, dan Mr.Blockerhurst tidak lagi memegang sepenuhnya hak sekolah tersebut.
Jane tinggal di Lowood selama 8 tahun, 6 tahun menjadi murid dan 2 tahun menjadi pengajarar. Hal ini dikarenakan saat itu Lowood sedang dalam kondisi krisis dan kekurangan tenaga pengajar. Selain itu guru kesayangan Jane yaitu Mrs.Temple keluar mengundurkan diri karena beliau akan menikah. Pada saat yang Sama juga, Jane memiliki keinginan untuk mencari pengalaman dan ingin melihat dunia luar, ia ingin merasakan kebebasan dirinya sebagai individu dan ingin mencari pekerjaan yang layak dan sesuai dengan kemampuan dia. Suatu hari dia membaca koran dan berisi tentang lowongan pekerjaan untuk seorang guru privat. Jane sangant tertarik, ia tak menunggu lama untuk itu, ia mengirimkan lamarannya. Lamaran kerja tersebut tenyata mendapat balasan dari Mrs.Paitfax, beliau meminta Jane untuk segera datang ke Thornfield.
Setibanya disana, Jane mengalami perlakuan yang sangat baik dan ia merasa nyaman. Di Thornfield, beliau mengajar seorang gadis kecil bernama Adele Varens yaitu anak dari wanita simpanannya Mr.Rochester, pemilik Thornfield. Ketika Jane berada di Thornfield, ia mengalami banyak kejadian aneh. Mulai dari suara tawa seorang wanita yang sangat menakutkan yang berasal dari salah satu kamar pada saat ia sedang berjalan. Kemudian ia bertemu Mrs.Pairfax. Kebakaran terjadi di dalam kamar Mr.Rochester pada saat ia sedang tidur, dan tingkah laku Mrs.Poole. Serta cadar pengantin Jane yang tiba – tiba rusak. Semua kejanggalan itu baru terjawab ketika ia akan melangsungkan pernikahan dengan Mr.Rochester.
Sebelumnya Jane dan Mr.Rochester menjadi teman baik dan banyak melakukan diskusi tetang perkembangan belajar Adele, diskusi mata pelajaran yang akan diberikan oleh Jane, tapi tak jarang juga mereka berdiskusi tentang kehidupan yang mereka jalani.
Setelah mereka dekat, mereka memutuskan untuk menikah. Ketika mereka melakukan pemberkatan datanglah salah seorang yang mengaku sebagai adik dari istrinya Mr.rochester terdahulu yaitu Bertha Antoinetta Manson yang dahulu pernah dinikahi oleh Mr.Rochester. Tetapi pernikahan tersebut tidak berlangsung lama karena Bertha memiliki kelainan jiwa, beliau dikurung disalah satu kamar di rumah Thornfield dan Mrs.Poole adalah orang yang dibayar oleh Mr.Rochester untuk mengurus Mrs.Bertha. dan ternyarta semua keanehan – keanehan yang dialami oleh Jane disebabkan oleh Mrs.Bertha karena beliau cemburu pada Jane Eyre yang akan menikah dengan suaminya. Richard yaitu adiknya Mrs.Bertha berhasil menghalangi Jane dan Mr.Rochester untuk melangsungkan pernikahan. Mrs. Bertha meninggal ketika di Thornfield terjadi insiden kebakaran, saat itu Mrs.Bertha berusaha membakar gaun pernikahan Jane Eyre dan membakar kasur Mr.Rochester, ketika Richard datang menemui beliau, mereka baradu mulut dan Mrs. Bertha mengusir Jane. Ketika Mr.Rochester menghalang – halangi Mrs Bertha, Mrs.Bertha malah lompat dari atap dan akhirnya tewas. Semua kejadian itu membuiat Jane Eyre shock beliau meninggalkan Thornfield tanpa sepeser uang, dan tidak membawa barang barang apapun. Hanya baju yang ia kenakan. Ia sudah tidak tahan dengan apa yang terjadi pada dirinya.
Jane berjalan sendirian menyusuri jalanan dengan keadaan fisik yang sangat lemah dan hampir pingsan. Beliau luntang – lantung di sampai ke Kota Whitcross, ia tidur di alam terbuka, kedinginan, kehujanan serta kelaparan sampai akhirnya ia tiba di MarsEnd.
Dalam keadaan tak berdaya, sampailah ia disebuah rumah. Ia mengetuk- ngetuk pintu rumah tersebut. Seorang perempuan membukakan pintu namun beliau malah mengusir Jane. Jane tidak beranjak pergi dari rumah tersebut karena ia sudah tidak memiliki tenaga, beliau mencoba mengemis meminta sedikit makanan tetapi pembantu rumah tersebut tidak mengasihinya sedikitpun. Tak lama kemudian datanglah seorang laki laki, pemilik rumah tersebut bernama St.John Rivers. Beliau adalah seorang pendeta dan memiliki 2 orang adik yaitu Diana dan Marry. Keduanya bekerja sebagai pengasuh dan seorang pembantu bernama Hannah. St.John Rivers membawa Jane masuk ke dalam rumahnya dan menyuruh pembantu serta saudara saudara nya merawat Jane.
Mereka merawat Jane Eyre sampai sembuh, bahkan Diana dan Marry mengajarinya Bahasa Jerman. Setelah lama kemudian, Jane meminta tolong St.John untuk mencarikan pekerjaan baginya karena Jane tidak ingin merepotkan orang orang yang telah menolongnya dan tidak ingin bergantung kepada mereka selamanya. Namun St, John melarangnya. Beberapa minggu kemudian MarsEnd ditutup karena keluarga St.John sudah tidak mempunyai uang lagi. Marry dan Diana harus kembali bekerja mengajar, sedangkan Jane bekerja sebagai guru dan pimpinan seekolah khusus perempuan yang didirikan oleh St.John. Suatu hari St.John membawa kabar bahagia, ia mengatakan bahwa Jane Eyre masih memiliki keluarga yaitu pamannya. Hal ini Sama sekali berbeda dengan yang dikatakan oleh Mrs. Reed bahwa Jane sudah tidak meiliki siapa-siapa, ia hanya seorang diri. St.John mengabarkan bahwa pamannya masih hidup dan beliau sempat datang ke Thornfield kediaman Mrs.Reeds, menanyakan keberadaan Jane, namun Mrs.Reed mengatakan bahwa Jane sudah tewas kena wabah penyakit ketika beliau sekolah di Lowood. Ternyata paman Jane meninggalkan harta untuknya sebagai warisan, dan kabar baiknya lagi bahwa Jane dan St.John adalah saudara sepupu. Paman Jane meminta mereka kembali ke MarsEnd dan Jane membagikan harta warisannya kepada mereka.
Setelah lama menetap kembali di MarsEnd, St.John dan Jane eyre menjadi akrab. St.John, seorang pendeta dan sering menyiarkan agama Kristen Protestan, memiliki perasaan simpati terhadap Jane dan ingin mengajak Jane keliling Asia sambil menyiarkan agamanya tersebut. Namun Jane masih bimbang dengan tawaran tersebut, dalam hati kecilnya ia masih ingat Mr.Rochester dan ia berharap dapat bertemu kembali. Suatu hari, ketika Jane Eyre dan St.John sedang berjalan-jalan sambil berbincang mengenai rencana beliau, tiba - tiba Jane Mendengar teriakan seorang laki- laki memanggil namaya. Jane mencari sumber suara tersebut. Jane berpamitan kepada saudara sepupunya untuk mencari Mr.Rochester ke Thornfield.
Sesampainya disana Jane takjub melihat keadaan Thornfield yang hancur, sepeti yang ia ingat dalam mimpi sebelum ia pergi ke gereja untuk mencari tahu apa yang terjadi di Thornfield dan bagaimana keadaan Mr.Rochester dari seorang pendeta. Pendeta itu mengatakan Thornfield dibakar oleh istri Mr.Rochester yang gila, sedangkan Mr.Rochester sendiri menjadi cacat dan buta saat berusaha menolong istrinya, dan sekarang Mr.Rochester tinggal bersama pembantunya di Ferudean.
Sesampainya di Thornfield dan bertemu dengan Mr.Rochester, Jane memutuskan untuk tinggal disana bersama dengan Mr.Rochester, dan akhirnya mereka pun menikah. Ketika St.John menerima kabar tersebut, ia tetap melakukan perjalannya ke Asia untuk misi misonarisnya.
Jane dan Mr.Rochester hidup bahagia, ketika Jane melahirkan anak pertama, kesehatan Mr.Rochester pulih dan matanya yang buta dapat melihat lagi
Selengkapnya...
Minggu, 18 November 2012
Jum’at, 16 November 2012
Saya, Iva, Mbak Ika, mbak Istaufa dan Siti berencana pergi ke Surabaya untuk berziarah ke makam sunan Ampel , salah satu 9 wali yang paling terkenal di Pulau Jawa dan biasa di panggil Raden Rahmatullah. Sebelum pergi saya berusaha untuk membeli tiket kereta api toh hari ini hari kedua liburan, kemungkinan tidak seramai hari libur pertama muharram pada hari kamis kemarin, tapi prasangkaku salah, tiket kereta api tujuan surabaya untuk pagi sampai sore sudah habis terjual. Perasaan ku menyesal kenapa saya terlambat bangun pagi, padahal rencanaku beli pukul 5 petang. Tapi tak apa, setelah berpikir meskipun berangkat harus naik bis, tapi kemungkinan pulang bisa naik kereta, dan benar masih ada tiket untuk tujuan malang tapi pukul 18.45 WIB, aku sempat berpikir mau ngapain setelah ziarah nanti, tempat wisata Surabaya lain, tak ada yang dekat dengan makam, tapi ini lebih menghemat pengeluaran. Setelah mereka berempat menyusul saya di terminal Malang Arjosari, kita bersama sama naik bus, dan sampai di teminal Bungur Asih jam setengah 10. Lalu kami naik bis kota. Selama naik bis kota kami melewati IAIN Sunan Ampel, yang sangat berebeda dengan UIN Malang. Saya beruntung bisa belajar di Kota Malang karena keadaannya sangat kondusif dan sejuk yang secara nyata memang sangat berbeda dengan ikon kota Surabaya yang begitu panas. Kami turun di halte kecil depan RSI Surabaya dan naik angkot ke makam yang kira-kira setengah jam perjalanan. Sewaktu perjalanan kami mengakui cukup lelah dan gerah, dan semoga dengan niat baik kami, kami mendapat berkahnya kapanpun. Selama perjalanan, kami disuguhi pemandangan keadaan kota surabaya yang sangat panas dan sibuk. Jujur ini pengalaman pertama saya berziarah ke sunan Ampel, dan saya pun sempat linglung mau ngapain lagi nanti setelah ziarah. Setelah itu kami berwudlu di tempat wudlu yang telah disediakan. Aku sangat terkesan dengan penataan makam sunan-sunan yang sangat rapi, menarik dan juga bersih. Ada tempat wudlu yang luas dan lebih dari 10 kamar mandi yang kecil untuk wanita dan laki-laki, lalu masjid laki-laki yang megah dan tradisional dengan ukiran kayu-kayu di tiang-tiang dalam masjid dan atap-atap yang tinggi pula. Kami melewati 2 pintu masuk yang besar tanpa pintu, pintu masuk khas zaman dulu. Pintu masuk yang kedua dipisahkan antara tempat ziarah laki-laki dan perempuan. Ketika kita membaca tahlil dan Yaasin, dengan duduk di bawah pohon yang sangat rindang disekitar makam-makam yang lain, hati saya terasa sejuk, dan subhanallah ditengah-tengak kota Surabaya yang panas, makam sunan Ampel terasa masih sejuk karena banyak alunan do’a-do’a mengiringi tempat itu. Sungguh maha besar Allah. Setelah berdo’a kami mengambil air minum, yang di sediakan dalam 4 gentong yang berjejer, terasa segar. Lalu kami menunggu adzan dzuhur dan sekaligus sholat jum’at berjama’ah bersama para jama’ah laki-laki yang akan bersiap-siap, kebetulan karena saya dan Iva sedang Udzur kami tidak diizinkan untuk istirahat di dalam masjid sederhana yang tidak semegah masjid laki-laki di belakang pas masjid khusus laki-laki, karena akan ada banyak jama’ah perempuan dan pengunjung yang ingin sholat berjama’ah yang berdatangan. Saya dan Iva berjalan-jalan ke pasar-pasar kecil oleh-oleh, baju dan souvenir di jalan masuk ke masjid dan makam, disana saya sering berpapasan dengan beberapa orang yang berwajah kearab-araban dan ada juga 2 pemuda arab yang asli berwajah arab, putih, bersih dan berhidung mancung dan ehm cakep juga hehehe . Ada kecelakaan kecil yang dialami Iva, kasian, tapi saya berusaha menenangkannya dan made it easy. Setelah sholat Jum’at, kami pergi mengunjungi pasar di dalam makam, yang banyk penjualnya yang berwajah Arab, saya tidak kaget, coz di sekitar Ampel juga di kenal sebgai kampung Arab. Kami sepertinya tidak menemukan, sesuatu yang menarik di pasar makam Sunan Ampel, karena tidak tahu kenapa kami sedikit ttidak punya mood untuk belanja atau memang kami “ Kanker” alias kantong kering. Setelah itu kami pergi makan siang di warung tepi jalan di depan pintu masuk sekaligus keluar. Saya ngga’ beli apa-apa untuk makan siang, saya lebih suka ngemil pentol atau semcamnya, karena sudah membuat perutku cukup kenyang. Siti, mbak Ika dan lainnya memesan bakso dan soto. Saya hanya makan buah dari penjual yang berasal dari Malang juga, dan Insya Allah manisnya buah asli dan bukan pemanis buatan, karena ada beberapa lebah yang hinggap di buahnya, saya diberitahu teman dan baca-baca artikel kalau ada penjual Kaki lima yang menjual buah dengan rasa manis asli dari buahnya maka lebah akan berdatangan. Tapi kalau pemanis buatan pasti tak akan ada lebah yang datang, hal ini di karenakan makhluk yang dinamakan lebah mampu mengenali bau atau aroma asli dari buah.
Selengkapnya...
Sabtu, 22 September 2012
Sabtu, 05 Mei 2012
The Real Life Story behind Sanctum The men behind the adventure
Cocklebiddy underground river system
Passageway to the Cocklebiddy underground river cave
Inside the CockleBiddy underground river system
Andrew Wight inside Cocklebiddy underground river system
A diver with a midget submersible beneath the Nullarbor Plains
Andrew Wight's team of cave explorers and divers
What's the biggest cave then?
The Great Cave of Vietnam
The massive entrance to Han Son Doong
Sabtu, 03 Maret 2012
Review Pengantar Filsafat Semester 2
Pemandangan Demonstrasi di kalangan Mahasiswa
Sabtu, 25 Februari 2012
HARVARD SCHOOLARSHIP 2012-2013
"LOVE STORY" AND "BOOKWORMS IN HARVARD"
Lyrics of LSIH OST:
Spring, summer, fall & winter dreams..
Those are shinning like a star
They keep whispering,
"I'm so in love with you"
Spring, summer, fall & winter love..
It is breezing to my heart
and it keeps telling,
"I'll make you rainbow smile"
I remember when we were angels,
when we dreamed about us
All my days were happy
just like a snowy christmas
I wish i'd have them always..
Every step i make writes a story
It is full of the heart
feeling love of my life and
missing friends of my time
I Wish i'd have them all..
In Spring, summer, fall & winter days..
we've been sharing all the hearts
love shines in my eyes
love just won't fade away
I remember when we were angels,
when we dreamed about us
All my days were happy
just like a snowy christmas
I wish i'd have them always..
Every step i make writes a story
It is full of the heart
feeling love of my life and
missing friends of my time
I Wish i'd have them all..
If you'd all the way show me the world
where I will stay in love
All my days will be white
just like a snowy christmas
You're just all I need
They cannot be more precious than you
When you're sad, my heart breaks
Your tears hurt as much as death
Whenever you were sad, you smiled instead of crying
I want to be your strength, do you trust me
I'm approaching you one step at a time
Because I want to love you, because I want to be with you
It feels as though you're more significant than the whole world
You always breathe within my dreams
I want to give you everything, but there are times when it doesn't turn out that way
I don't mean to, but there are times I hurt you
To give you all the love within me
There isn't enough time in our lifetime
In a world full of people, we found each other
Just looking at you is all the comfort I need
You make me smile
I'm approaching you one step at a time
Because I want to love you, because I want to be with you
It feels as though you're more significant than the whole world
You always breathe within my dreams
Can you feel my heart
For you I could live or die
My heart only knows you
I will always love you
Just stay by my side forever
I'm so thankful to have met you
Ji geum nuh bo dah neun so joong hahl soo gah ub suh
Ni gah seul peuh myun nae gah seum eun moo nuh juh
Nuh eh noon mool eun nae ga jook eul mahn keum ah pah
Mahn ee weh ro ool ddeh noon mool bo dah oo seum eul bo yuht ji
Neh geh gi deh ohn nuh eh geh heem ee dweh joo go ship uh nah reul mi duh joo geht ni
Hahn guh reum shik nuh eh geh neh ga dah ga ga go eet jahn ah
Sarang ha gi wee hae suh hahm ggeh ha go ship uh suh
Seh sahng geuh nugu bo dah keuh geh neuh ggyuh ji neun hahn sah rahm
Hahng sahng neh ggoom sohk eh soom shwee neun nuh
Jahl heh joo go ship eun deh geuh geh ahn dwel ddeh ee ssuh
Mahm eun ah neen deh ah peuh geh hahl ddeh ee ssuh
Neh ahn eh sarang mo doo neh geh joo ryuh myun
Young won ee ah neun shee gahn ee pee ryo hahl gguh yah
Mahn eun sah rahm joong eh oori suh ro reul ah rah bohn guh yah
geuh juh bo go mahn ee ssuh do wee ro gah dweh neun sah rahm
Miso jeet geh ha neun nuh yah
Hahn guh reum shik nuh eh geh neh ga dah ga ga go eet jahn ah
Sarang ha gi wee hae suh hahm ggeh ha go ship uh suh
Seh sahng geuh nugu bo dah keuh geh neuh ggyuh ji neun hahn sah rahm
Hahng sahng neh ggoom sohk eh soom shwee neun nuh
Neh mah eum eul neuh ggil soo eet ni
Nuhl wee heh suh rah myun sahl soo do jook eul soo do ee ssuh
Neh shim jahng eun oh jik nuh hahn sah rahm mahn gi uhk heh
Uhn jeh ggah ji nuh mahn eul jo eun sah rahm dwel gguh yah
Young won hee neh gyut eh muh mool luh jwuh
Grew up in a traditional law family. His grandfather served as a Supreme Court justice, father is the leader of a law firm. His uncle is a high-ranking officer in the police department (prosecuting authority?). Aunt is a law school professor. Older brother is a prosecutor, and his holder sister is a judge. He's always relaxed and has a kind heart that is not controlled by power, fame, or money.
Moved to the states at a young age. She grew up independently and strongly under a father who was going through many hardships. She is always true to her feelings and can give up her dream opportunity for her love with Hyun Woo.
His clean manners and style give him a 'aristocratic' look.
He is cold, intellectual and full of confidence. These images make it seem like he grew up with no hardships, but he also lost his father when his father's company was closed due to a lawsuit Hyun Woo's father pursued.
The type of person that will do anything to possess what she wants.
She simply wanted Jung Min at first but ends up loving him, and eventually gives herself up to capture his love but fails in the end.
Arranged to be married with Hyun Woo by their families since she was young. She never thought that Hyun Woo would not be her man. Her affectionate actions may have been a joke to Hyun Woo but to her they were her true feelings. She simply forgot about her emotions until Soo In comes into the story. But she possesses a cool character not to mention her family's forgetfulness. She later realizes that Hyun Woo was part of her forgetfulness and in front of love; even she can't be so 'cool'.
**Viewers are protesting against Kim Tae-hee's supposed death. The producer group is rumored to have second thoughts because of this. K-dramas is famous for cliche stories but it also has another bad reputation of giving into viewers' protest occasionally. (The most horrifying case- Lovers in Paris) Therefore no one knows how it will end.
2. Love Theme 1 ( I like this song!)
3. Campus Theme 1
4. So In Love – Kim Jung Woon (Closing Credits Song)
5. Campus Theme 2
6. Contradiction
7. My Life
8. Love Theme 2
9. Right beside you- Park Young Min
10. White Smile ( I like this song too!)
11. Breathing in Love
12. Campus Theme 3 ( I like this song three!)
13. Tears
14. Love Concerto
15. Run
16. By the River
17. Alone
18. Rain












